Thursday, April 24, 2014

'Sabar Tiada Batas'



Sudah menjadi Sunatullah bahwa manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa. Dengan keinginan yang banyak dan hawa nafsu yang besar,  umumnya manusia selalu berambisi untuk mendapatkan apa yang  diinginkannya dalam waktu  yang singkat dan cepat. Tetapi tentu saja tidak semua yang kita mau dapat dicapai sesuai apa yang kita inginkan, di sinilah kita harus belajar sabar. 

Ketika dilemparkan tema sabar untuk PR NgeBlog oleh Mba Mira, yang langsung terbesit di benak saya adalah hamba Allah yang menjadi tauladan kesabaran yaitu nabi Ayyub A.S. Sungguh beliau merupakan contoh yang patut kita tiru dalam hal bersabar.

Seluruh kejadian di dunia ini selalu berulang oleh karenanya Allah mengabadikan kisah para nabi untuk kita teladani.

Wednesday, April 23, 2014

'Manfaat Komunitas, Teamwork? Why not?'

Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan orang lain untuk berinteraksi dan sosialisasi dalam mendukung hidupnya. Kebutuhan inilah yang membuat manusia hidup berkelompok. Di dalam lingkup hidup bermasyarakat, biasanya terdiri dari berbagai macam kelompok. Sekelompok orang ini biasanya dibentuk atas dasar minat, kesukaan, dan pola fikir yang sama, yang biasa disebut Komunitas.

Sebagai pribadi saya adalah seorang yang pemalu dan agak sulit untuk masuk ke sebuah komunitas atau organisasi. Walau pun saya termasuk siswa yang tidak bodoh dan selalu masuk lima besar, dan menyandang predikat cum laude semenjak masuk Universitas, tidak serta merta membuat saya berani untuk aktif pada komunitas atau organisasi untuk berinteraksi dengan banyak orang, yah bisa dibilang saya bukan anak gahol, hahahaha... :-P

Waktu berlalu, dengan adanya kemajuan jaman dan kecanggihan teknologi, Sosial Media menjadi sarana untuk orang berinteraksi dan sosialisasi antar manusia. Hubungan yang terentang jarak dan waktu pun menjadi lebih mudah. Kita dapat berinteraksi langsung dengan banyak orang di seantero negeri dalam waktu real time. Merebaknya kemajuan di dunia maya ini, membuat saya sadar, bahwa saya tergolong orang yang lebih mudah mengeksperikan diri melalui tulisan, dalam hal ini status atau komen-komen kepada teman-teman saya di SosMed atau melalui fasilitas chatting yang membawa efek kepada terjalinnya hubungan lebih erat kepada teman-teman saya, yang dalam kehidupan sesungguhnya kurang terlalu dekat.

Dengan fasilitas-fasilitas yang dimilikinya Sosial Media, juga menyediakan fasilitas Grup yang banyak dijadikan wadah bagi Komunitas-komunitas untuk berinteraksi dengan anggotanya. Dan untuk masuk Komunitas ini pun menjadi mudah, kebanyakan kita hanya harus menekan tombol Join. Setelah diapprove oleh si Admin Grup, biasanya kita cukup menyatakan terima kasih dan memperkenalkan diri dengan menulisnya di wall Grup bersangkutan.

Kesuksesan sebuah Komunitas sangat mutlak ditentukan oleh seberapa solid teamwork yang dimiliki oleh anggotanya. Untuk team work yang solid ini kita sebagai seorang pribadi tidak boleh mengedepankan egoisme melainkan selalu mengedepankan visi misi Komunitas.

Dengan niat baik dan mau merendahkan hati, saling menghargai, dapat menerima kritik dan mengenyampingkan egoisme yang tinggi maka bekerja sebagai teamwork akan menjadi mudah dan akan membuat besar Komunitas itu sendiri.

Dengan teamwork dan niat saling berbagi, komunitas bisa menjadi wadah untuk pengembangan diri dan saling berbagi ilmu dan informasi. Dalam komunitas kreatif/craft bisa menjadi ajang saling memberi kritik dan saran agar kualitas lebih meningkat. Dalam komunitas bisnis malah digunakan sebagai wadah untuk berbagi orderan instead of menjadi saingan.

Saya sendiri gabung TDA Srikandi karena dicemplungin oleh suami saya, biar saya berani katanya, hihihihi..... :-P Sejauh ini saya merasa sangat nyaman, dan dengan ikut kelas Blogging telah membuka banyak wawasan dari sharing masing-masing anggotanya, mohon bimbingannya ya teman-teman cantiks, terima kasih Mira Sensei ^^


#LetsBlogging
#10HariNgeblog #Day6



Tuesday, April 22, 2014

'Teruntuk Sahabat'



Sahabat
Bagaimana kabarmu saat ini
Lama kita tak bersua
Masih ingatkan engkau akan cerita kita
Cerita indah bak pelangi yang menghiasi hari-hari kita

Dahulu ketika kita bersama
Dalamnya duka berubah menjadi bahagia
Derasnya airmata berubah menjadi canda

Ingatkah engkau, di suatu waktu
Di saat kita mengukir langit dengan impian
Kita berjanji untuk selalu bersatu
Sampai maut memisahkan

Waktu berlalu
Masing-masing dari kita telah terpisah ruang dan waktu
Tapi engkau masih selalu menyisihkan waktu
Walau tidak seperti dulu
Engkau tetap selalu mengisi cerita dalam hari-hariku

Tahukah duhai sahabat
Terselip do’a di hadapan Sang Pecipta
Agar kita selalu bersama selamanya
Dalam suka dan duka
Dan kelak kita dikumpulkan oleh-Nya di dalam Surga-Nya



#LetsBlogging
#10HariNgeblog Day#5




Monday, April 21, 2014

"Who I am Today"

Suatu hari sekitar 3 tahun lalu telah menjadi titik balik kehidupan saya baik secara mental maupun spiritual. Saat itu salah seorang tetangga saya, mampir ke rumah dengan membawa buku “kun Fayakun”, karya Ustadz Yusuf Mansur. Tetangga saya hanya berkata, “Mba baca deh, siapa tau bisa diambil manfaatnya”. Pada saat itu saya tidak terlalu menanggapi dan hanya berpikir tidak ada masalah dengan hidup saya, ibadah saya tidak pernah lalai, saya sudah merasa hidup bahagia dengan suami yang sayang dan sangat perhatian, walaupun kami belum diamanahkan keturunan setelah lewat 6 tahun kami menjalani bahtera rumah tangga. Hanya faktor dari luar alias penilaian dan omongan orang yang terkadang membuat hati ini menangis, akan keadaan kami yang belum dianugerahi keturunan yang saya ingat sebagai masa-masa sulit.

Tetapi pada akhirnya saya tergoda juga untuk membaca buku itu. Buku sederhana yang banyak berisikan cerita-cerita orang, dalam menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang mereka hadapi, dari orang yang dipecat dari pekerjaannya, menderita penyakit parah, belum memiliki keturunan seperti saya, belum bertemu jodoh, dsb.

Buku ini cukup membuat saya malu terhadap Sang Maha Pencipta. Di buku itu dituliskan, apakah Anda memiliki keinginan dalam hidup? Apakah Anda sudah berdo’a kepada Allah untuk mendapatkannya? Seberapa sering Anda berdo’a untuk meminta? Apakah setiap sujud? Setiap selepas shalat fardhu? Apakah Anda sudah mengambil hati Sang Maha Pencipta, dengan ibadah-ibadah yang diutamakan? Apakah Anda sudah melakukan shalat rawatib, shalat tahajud, membaca Al Qur’an, seberapa sering Anda membaca Al Qur’an? Memperbanyak sedekah? Analogi yang sangat sederhana, “Disaat kita mengiginkan sesuatu, maka yang harus kita lakukan adalah mengambil hati Si Pemberi sesuatu itu”. Sudahkah kita memantaskan diri kita dihadapan Sang Pemberi. Pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya merasa malu sendiri. Manusia yang suka lupa bahwa Allah Maha SegalaNya, segala ujian, penyakit seluruhnya Allah yang memberi dan Allah juga yang dapat memberi solusi. Saya merasa hidup saya normal, dengan suami disamping yang selalu mensupport dari semenjak saya bekerja sebagai sekretaris di Perusahaan Jepang, menjadi Guru Bahasa Jepang, suami yang memfasilitasi seluruh hobi Craft yang saya cintai, sampai akhirnya saya mengambil Flanel sebagai fokus kerajinan saya, namun ternyata memang kami tersesat  jauh dari jalan dan ridhaNya.

Akhirnya saya dan suami bersepakat untuk menata hati dan iman, untuk kembali ke jalan Allah, kami belajar Tahajud, kami saling membangunkan satu sama lain, menambah shalat kami dengan shalat sunnah lain baik rawatib dan shalat dhuha, merutinkan membaca Al- Qur’an dengan deadline yang kami buat masing-masing dan memperbanyak sedekah. Tentu saja yang kami kerjakan karena Allah dengan harapan Allah Azza Wa Jalla mengijabah do’a-do’a kami.

Setengah tahun berjalan, kami tiada putus melakukannya sampai, suatu hari saya mendapati perut saya terasa tidak biasa, telat semiggu membuat hati saya tidak menentu, sampai akhirnya lewat 2 minggu saya memberanikan diri mengeceknya dengan test pack diawali dengan sholat sunnah 2 rakaat yang kami lakukan berdua. Pagi paling indah di dalam hidup saya, disaat test pack tersebut mengindikasikan kehamilan saya, pagi penuh haru, diiringi sujud syukur kami kepada Sang Pencipta, Allah wa Jalla. Walaupun pada akhirnya, janin yang saya kandung divonis dokter tidak berkembang, janin yang bertahan hampir 3 bulan di kandungan, sampai akhirnya tiba disaat ia tidak bertahan dan saya harus mengalami kuretase. Sedih memang tapi kami kuat, karena kami yakin Allah pasti punya rencana lebih indah untuk kami. Banyak kemudahan-kemudahan hidup yang kami rasakan setelah berjalan di jalan Allah, banyak kejadiaan-kejadian yang membuat kami haru sebagai hamba, walau terkadang tidak seperti yang kami harapkan. 

Setelah kejadian tersebut saya pun kembali menyibukkan diri dengan melakukan eksperimen-eksperimen craft yang saya cintai walaupun saya belum mengetahui tujuannya karena saya merasa sudah tidak memungkinkan untuk kembali berjualan kaos flanel. Sampai akhirnya pada tgl 27 April setahun yang lalu saya mendatangi perhelatan akbar para crafter, INAcraft. INACraft sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar yang ada di Indonesia dan sebagai ajang promosi bagi produksi kerajinan dalam negeri untuk merambah pasar domestik maupun pasar luar negeri melalui produk-produk unggulan. Datang ke event ini adalah impian para Crafter apalagi jika datang sebagai pengisi acara.
Di event ini lagi-lagi Allah membentangkan jalan-Nya. Di saat tahun lalu, saya masih datang sebagai pengunjung, yang Atas izin Allah telah membukakan jalan atas apa yang akan saya lakukan selanjutnya, yaitu bertemu dengan Manager Produksi Tiara Aksa yang mengantarkan saya menjadi penulis seperti sekarang. Siapa yang menyangka, bahwa saat ini saya didaulat untuk mengisi workshop di salah satu stand INAcraft.

INAcraft 2013

            Kemudahan saya dalam menulis juga tidak lain tidak bukan atas petunjuk Allah, dengan jalan yang telah dibukakannya, mungkin hari ini saya berdiri sebagai penulis baru yang belum sukses atau terkenal, tapi saya yakin Allah selalu punya rencana indah untuk saya dan saya hanya mengharap Ridha-Nya.

            Bukankah Allah telah memberi tahu kita “ mintalah pada Ku, niscaya engkau akan Ku-beri” dengan menyandarkan harapan hanya pada Allah semata Allhamdulillah semua ide dan kreatifitas saya mengalir dengan lancar. Saya pun dipertemukan dengan teman-teman dari berbagai komunitas yang sangat hangat dan saling support salah satunya TDA Srikandi. Semoga saya selalu diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalani kehidupan sesuai keinginan dan ridha-Nya.

Kesempurnaan hidup bukan hanya berupa materi semata, tetapi Iman di hati yang tak hilang sampai Ajal menjemput.

Langkah kaki yang begitu ringan apabila kita mengenal Allah, Jangan biarkan ujian yang Allah beri membuat kita jauh dari-Nya. Jadikanlah sebagai ajang kita muhasabah diri, menjadi hamba yang ikhlas, dan ajang menimba pahala dan peluruh dosa, Aamiin Allahumma Aamiin.

Tulisan ini saya buat sebagai pengingat bagi saya pribadi, untuk menjadi hamba yang Istiqomah, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Sungguh saya masih hamba yang dhaif. Saya masih terus belajar dari Ilmu-Ilmu Allah yang tak berbatas.

#LetsBlogging
#10HariNgeblog Day#4






Wednesday, April 16, 2014

'Helping Others Unconditionally'

     Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, ketika aku dan kakak perempuanku, bergegas berangkat ke stasiun kereta dekat rumah kami. Hari ini hari sabtu, kami hendak ke Tanah Abang dengan menggunakan layanan transportasi Commuter Line. Aku memang sering memakai jasa layanan transportasi yang satu ini, apabila hendak belanja bahan kebutuhan kerajinanku, baik hanya ke Tanah Abang, atau pun Asemka, di Jakarta Kota.
Bagaimana tidak, hanya dengan uang kurang dari 5,000 rupiah, kita sudah bisa naik Commuter Line dengan fasilitas AC, sampai ke tempat tujuan dan terhindar dari kemacetan Ibukota. Apalagi untuk sampai ke pusat belanja Tanah Abang atau Asemka, kita hanya cukup  berjalan kaki dari stasiun terdekat.

     Kalau dilihat perbedaan layanan kereta api jaman kuliah dulu sekitar akhir 90an dengan sekarang, pasti layanan kereta api sekarang jauh lebih nyaman, dengan fasilitas AC dan harga tiket yang murah, serta jadwalnya yang semakin rapat, memungkinkan kita tidak terlampau lama menunggunya datang. Tapi namanya juga Indonesia, tetap ada-ada saja keterlambatan jadwal karena masalah teknis, dsb.

     Tapi ada perbedaan yang sangat jelas terlihat, setelah kita mulai masuk ke dalam dan mengamati gaya para penumpangnya. Klo dulu, kita naik kereta beramai-ramai dan membuat keberisikan dengan obrolan kita, penumpang sekarang lebih tenang, duduk atau berdiri dengan gadget di tangan, dan sebagian lengkap dengan earphone di telinga, sibuk dengan perangkat canggihnya masing-masing. Sisanya diisi oleh suara anak-anak dan orang-orang tua yang masih suka mengobrol. Well, ini hasil dari kemajuan jaman.

     Tapi bukan itu yang mengganggu benakku, aku melihat banyak anak muda usia kira-kira awal 20an  duduk asyik dengan gadgetnya, bahkan sebagian lain tertidur pulas. Sementara di sekeliling, banyak orang yang aku anggap lebih tua atau seorang ibu dengan anaknya berdiri dengan berpegangan bahkan ada yang bersandar  pada dinding kereta. Hiks sedih melihatnya, dimana kepedulian mereka. What's on their mind? Ini adalah perasaanku saat pertama kali menggunakan Commuter Line setelah perubahan masa. Sementara itu seiring waktu, aku lebih sering berdiri ketimbang duduk, dikarenakan lebih banyak penumpang lain yang memerlukannya.
Kemajuan jaman yang tanpa sadar membentuk kita menjadi manusia yang individualistik.

     Kasus Dinda yang heboh di jejaring sosial Path, tentang tidak bersedianya ia memberi tempat duduk kepada seorang wanita hamil seakan memberikan jawaban bagiku. Aku yang acap kali sering berpikir, dimana hati nurani mereka di saat melihat orang tua dengan muka letih dibiarkan berdiri begitu saja. Terlebih yang mereka duduki adalah Priority Seats alias bangku prioritas yang diperuntukkan khusus untuk orang tua, ibu hamil dan penderita cacat.

     Khusus untuk kasus Dinda, aku tidak mau terlalu gegabah memberi pendapat pribadi. Setelah membaca postingnya dan apabila benar ia menderita sakit di kakinya akibat pergeseran tulang, yang ia harus lakukan hanya bicara secara jujur dengan baik dan sopan bahwa ia tidak bisa memberikan tempat duduknya dikarenakan apa yang dideritanya dan meminta wanita hamil tersebut untuk memintanya ke orang lain, semudah itu. Tapi apabila sebab ia tidak memberikan tempat duduk dikarenakan ketidaksukaannya kepada wanita hamil yang menurutnya pemalas dengan datang lebih siang, ini yang menjadi masalah. Bagiku berbuat baik itu tanpa pamrih dan tanpa pilih-pilih. Maksudnya adalah apabila kita mau membantu orang lain, kita niatkan saja sebagai sedekah, tanpa timbang pilih dan tanpa mengharap apapun dan selalu  berpikir positif. Kita tidak pernah tau latar belakang si ibu hamil tadi datang agak siang, mungkin ia memiliki anak yang lain yang harus diurusnya terlebih dahulu, mungkin  rumahnya malah lebih jauh dari si Dinda sendiri, atau mungkin ia mengalami kesulitan di masa kehamilannya yang menyebabkan ia datang agak siang. Terlepas baik atau tidaknya sikap seseorang, tapi apabila memang patut dibantu, ya dibantu saja. Toh Gusti Allah mboten sare, toh Malaikat juga tahu apa niat kita membantu orang lain dan tidak akan salah catat. Berpikir positif tidak ada ruginya, apalagi berbuat positif, karena Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada Anda esok hari. Yang aku ketahui bahwa perbuatan baik kita pasti dibalas oleh Allah, baik berupa pahala, diperlakukan baik juga oleh orang lain dimana pun kita berada, didoakan Malaikat, dan ganjaran Surga yang menanti di Akhirat kelak, InsyaAllah. So, Anda pilih yang mana?

#LetsBlogging
#10HariNgeblog Day 3